Alice In Wonderland Dubbing: Indonesia

Dubbing Indonesia tidak menerjemahkan secara harfiah. Mereka melakukan adaptasi. Contohnya, ketika Mad Hatter mengucap "A very merry unbirthday to you!", tidak diterjemahkan menjadi "Selamat ulang tahun tidak resmi", melainkan "Selamat hari biasa buatmu!" atau bahkan "Selamat tidak berulang tahun" yang terasa janggal, namun jadi ciri khas.

Di versi bajakan atau dubbing lokal yang lebih bebas, karakter bahkan bisa tiba-tiba berkata, "Aduh, pusing aku!" atau "Dasar kurang ajar!", sesuatu yang tidak ada di naskah asli. alice in wonderland dubbing indonesia

These unauthorized dubs, sold at Pasar Senen and Glodok, were infamous for their hilarious (and often crude) translations. They ignored the original script entirely, improvising jokes in Jakarta dialect (Bahasa Betawi). Dubbing Indonesia tidak menerjemahkan secara harfiah

In one infamous bootleg, the Mad Hatter asks Alice, "Mau minum teh, non? Sekalian makan gorengan?" (Want some tea, miss? How about some fried snacks?). This version is a collector's item today, though Disney has legally suppressed it. Di versi bajakan atau dubbing lokal yang lebih

Lawrence Venuti distinguishes between domestication (making the text familiar to the target culture) and foreignization (keeping the foreign feel).

In the Indonesian dub of Alice in Wonderland, domestication is the dominant strategy.